Please wait while my tweets load

08 Sep

Linkin Park Berkembang, dan Berubah, Wawancara dengan Brad Delson

Phistar telah memposting tentang wawancara melalui telepon dengan Brad, sangat menarik untuk dibaca, ia berbicara mengenai A Thousand Suns dan perkerjaan amalnya.

MANILA, Filipina, jika mendengar Linkin Park pasti yang terlintas adalah Band Rock / Rap-Metal dalam satu dekade ini dan album terbarunya A Thousand Suns, dan mendengar suaranya salah band ini sudah mempunyai Fans di seluruh dunia.


Dalam sebuah wawancara ekslusif melalui telepon dengan Brad Delson, salah satu anggota dan pendiri Linkin Park, ia menyatakan rasa syukurnya atas dukungan untuk mengubah arah dari band ini.


“Saya sangat bangga dengan albun A Thousand Suns, ini merupakan perkejaan yang saya cintai. dan saya sangat menghargai dukungan yang luar biasa yang kami terima, ini akan menjadi catatan kami sebelumnya”. Kata Guitarist 33 tahun ini mengenai album ke 4 yang di lakukan di Los Angeles, Band Pemenang Grammy.


Linkin Park, mempunyai anggota lainnya seperti Chester Bennington (Vocals), Rob Bourdon (Drums), Dave Farell (Bass), Joe Hahn (turntables keyboard), dan Mike Shinoda (Vocals), Melejit di kancah musik pada tahun 2000 dengan Album pertama Hybrid Theory, Band ini meraih suksesnya kembali dari album Meteora dan Minutes to Midnight pada tahun 2003 dan 2007


Setelah berkerja setiap hari selama dua tahun, A Thousand Suns di rilis pada september 2010. Brad menyebut album ini sebagai “leap of faith” [lompatan iman], memberi harapan tertinggi untuk fans untuk bisa terhubung dengan mereka. dan A Thousand Suns terbukti sukses, memulai debutnya dengan menduduki No 1 di tangga lagu Eropa dan Amerika, dengan Hit The Catalyst dan Iridescent yang menjadi Soundtrack Transformer: Dark of the Moon.


“Ini memberikan inspirasi untuk pergi ke studio, dan menciptakan musik yang jujur dan yang terinspirasi yang dapat berbeda setiap waktu, dan Fans dapat menikmatinya, itu merupakan berkat yang luar biasa”. Kata Brad


Judul album ini mengambil inspirasi dari Alkitab Hindu sansekerta, Bhagavad Gita, ““If the radiance of a thousand suns were to burst at once into the sky, that would be like the splendor of the mighty one” [Jika pancaran seribu matahari memancar sekaligus kelangit, yang akan menjadi kemegahan yang maha Kuasa] – kutipan yang diabadikan oleh ilmuan J.Robet Oppenheimwe dalam referensi Bom Atom.


Album ini terdiri dari 15 lagu yang menggabungkan selingan instrumental dan pidato dari aktivis politik amereka Martin Luther King Jr dan Mario Savio, semua itu ada dibalik lapisan “organik” berbasis teknologi suara. A Thousand Suns telah mendapat banyak pujian karena menggertak tanah dan menantang arah.


“Ini merupakan konsep album dengan narasi kohesif – perjalanan kreatif yang kami set untuk yang mendengarkannya. Ini bukan konseptual secara arti harafiah, Ini konseptual karena album ini kohesif dari lagu-lagunya,” Kata Brad


Memang, orang dapat melihat album ini sebagai gambaran suara dan ide yang saling berkait. lirik Linkin Park berkualitas, menggambarkan intens dan mendalam, dan tampaknya itu akan lebih mendalam lagi. ini belum menggambarkan A Thousand Suns secara keseluruhan. dan bahkan akan lebih banyak lagi komentar lainnya, seperti yang kalian dengar band ini berkomentar tentang bahayanya perang Nuklir.


Ini jelas, kamu bisa mengatakan, Politik dan isu global, tetapi pada tingkat pribadi ini merupakan lever dasar, saya tidak mengatakan kalau ini benar-benar pesan yang jelas.. ini lebih dari ekspolarasi emosi dan alam bawah sadar dan ketakutan yang akan kita hadapi setiap hari” kata Brad. Substansi emosional dalam album ini merupakan sesuatu yang beresonansi dengan sebagian kita dalam band.


Ini melengkapi kritik yang menunjukan element ini dan membuat album ini “Rock Hard”, Bass yang berdenyut, Gitar Keras, akustik yang pas, Rap Verse, dan Beats Tribal.


Brad juga mengatakan bahwa Arransement lagu merupakan hal yang paling sulit, “Kamu memiliki arransement elektik yang hampir mustahil untuk memainkannya pada saat konser. Ini membutuhkan flexsibilitas dan kecerdikan. Lagu favorit saya “When They Come For Me” karena merupakan tantangan bagis saya untuk memaikan drums, gitar dan bernyanyi sedikit pada saat setiap konser.


Selama enam bulan terakhir, Linkin Park telah mempromosikan album A Thousand Suns, dan bulan ini di Asia. Dalam acara top Asia pada Formula 1 Singapore Grand Prix (25 Sept), ini kali kedua mereka hadir di Grand Prix setelah sebelumnya awal tahun lalu di Abu Dhabi.


Band ini juga akan tampil di Bangkok, Hongkong dan Jepang, namun sayangnya mereka tidak akan datang ke Filipina, “Tapi kita berharap sebagian Fans kami di Filipina dapat mendatangi konser kami pada saat Tour Asia, terutama di Singapura”. Kata Brad.


Bulan Lalu, Band ini mengadakan acara “Secret Show”, di Amerika yang ditujukan untuk penggalangan dana bagi korban Tsunami Jepang. Ini adalah salah satu upaya filantropi untuk yayasan Music For Relief. yang menyediakan bantuan untuk korban bencana di seluruh dunia.


“Yang sangat keren karena band ini memiliki banyak kesempatan yang beragam, tidak hanya expresi kreatif atau untuk bisnis. Tapi juga telah menempatkan kami dalam posisi untuk menolong orang, Sata pribadi tertarik didalamnya, dan ini menjadi sesuatu yang saya suka,” Kata Brad.


Brad yang lulus summa cum laude Studi Komunikasi dari UCLA, dengan istrinya telah mengatur Beasiswa di UCLA untuk 4 tahun. dia jua duduk di dewan direksi yayasan nirlaba bernama “Little Kids Rock”, yang memberikan Alat Musik gratis dan pendidikan bagi anak-anak sekolah umum yang belum terlayani di Amerika.


Menarik sekali, pada tahun 2011, adalah tonggak bahwa band ini sudah berusia 15 tahun, sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1996.


“Itu membuat saya merasa sangat tua” Brad tertawa. “Tapi itu sangat fantastis karena ketika kita mulai bermain musik bersama-sama, kami melakukan itu hanya untuk bersenang-senang, dan tidak pernah berpikir kita akan di bayar untuk itu, dan kita dapat berkunjung ke seluruh dunia, termasuk Filipina, dan tampil di hadapan orang banyak. Jadi, ini merupakan berkat yang benar berkah, dan saya mencoba untuk tidak menerimanya begitu saja.”


Seperti apa band ketika tidak sedang di panggung, dan yang lebih penting, apa yang mereka pegang bersama-sama, “Semuanya sangat keren, konyol dan menyenangkan. Bila kita tidak sedang di panggung, energi sangat ringan, banyak komedi amatiran, dan kata kuncinya adalah “amatir”. katanya, “Sebelum band di bentuk, kami berteman selama bertahun-tahun, kami telah berkeja sangat keras untuk menghormati satu sama lain, Saat umur kita mulai bertambah tingkat bijaksana dan tingkat persahabatan juga bertambah.”


Bertanya tentang kekuatan Rahasia yang membuat Linkin Park bertahan, ia merenungkan “Saya pikir mungkin prinsip-prinsip dasar untuk semua ini adalah kejujuran dan kreatifitas, dan keterbukaan terhadap resiko integritas. dengan maksud, kita tidak sedang berpikir bagaimana cara membuat lagu ini membuat orang merasa (dengan cara tertentu) tentang hal itu, Kami membuat musik yang inspiratif bagi kita.


Dan tidak ada yang bisa menghentikan band ini dari keteguhan dan setia kepada diri mereka sendiri, karena saat ini mereka sedang berkerja untuk album ke 5 mereka dengan “kebisingan” yang lebih rendah dan menjadi subject yang serius dan kontroversial.


Brad menyebutkan ” Dalam hal perkerjaan, di panggung Band ini selalu mempunyai target, saya berkata kepada diri saya, bahwa saya sangat menghargai kesempatan yang kita miliki sebagai seorang artist, Saya sangat bangga dengan musik yang terus kita buat, saya suka bagaimana kita berubah dan berkembang



Kami juga menemukan versi pendeknya di situs yang sama

MANILA, Filipina, Gitaris Linkin Park berbagi kenangan terindahnya saat konser di Filipina pada 2004 lalu.


“Saya mencicipi Ayam (Panggang) terbaik di Filipina. yang disediakan selama kami konser, Kami tidak bisa melupakan itu,” Kata Brad Delson kepada STAR dalam sebuah wawancara eksklusif melalui telepon.


Linkin Park di beritakan akan menghadiri Race day Grand Prix Formula 1 Singapore, pada 25 September.


Mereka tidak akan datang ke Filipina tetapi mereka mengundang Fans Linkin Park dari Filipina untuk datang ke Singapura.


Hasil Karya paling baru band ini “A Thousand Suns” telah dirilis tahun lalu, dan mengahasilan 2 single yang menjadi no 1

Tinggalkan Pesan

Kategori: Brad Delson, Wawancara